KEBUDAYAAN
ASING DI INDONESIA
Kata kebudayaan berasal dari kata budh
dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, kemudian menjadi kata budhi
(tunggal) atau budhaya (majemuk), sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal
manusia. Dalam hal ini saya akan membahas tentang kebudayaan asing di Indonesia
yang mudah dan yang sulit diterima.
Unsur-unsur
kebudayaan asing yang mudah diterima mencakup : unsur kebudayaan kebendaan, unsur
kebudayaan yang membawa manfaat besar, dan unsur kebudayaan yang mudah
disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur-unsur kebudayaan
tersebut.
Ø Unsur
kebudayaan kebendaan
Unsur
kebudayaan kebendaan adalah merupakan suatu peralatan yang terutama sangat mudah dipakai
dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya
seperti alat-alat tulis, pakaian, handphone, komputer dll. Tanpa adanya unsur
kebudayaan kebendaan ini masyarakat kita akan ketinggalan dan kuno dalam
aktivitas sehari-hari dan bermasyarakat.
Ø Unsur kebudayaan yang membawa manfaat besar
Unsur
kebudayaan ini juga mencakup unsure kebudayaan kebendaan. Contoh kecil dari unsur
kebudayaan ini adalah komputer yang dilengkapi oleh fasilitas seperti internet.
Maka dengan fasilitas tersebut, saat ini semua kalangan di Indonesia sudah
menggunakannya untuk keperluan meraka masing-masing.
Ø Unsur kebudayaan yang mudah disesuaikan
dengan keadaan masyarakat yang menerima
Unsur kebudayaan
ini merupakan unsur yang secara umum
mudah diketahui baik secara teknis maupun penggunaannya, seperti motor, mobil
dll.
Adapun
unsur-unsur kebudayaan asing yang sulit diterima meliputi :
Ø Unsur-unsur
yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan
lain-lain. Unsur ini sangat sulit diterima oleh masyarakat karena menyangkut kepercayaan
yang bersifat seperti keagamaan.
Ø Unsur-unsur
yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi. Contoh yang paling mudah
adalah soal makanan pokok suatu masyarakat. Di Indonesia nasi menjadi makanan
pokok yang sulit digantikan misalnya diganti dengan roti, ikan, jagung, dll,
maka masyarakat akan sulit untuk menerimanya.
Ø Unsur masyarakat yang terkena proses akulturasi, karena
dalam masyarakat selalu ada kelompok-kelompok individu yang sulit sekali atau
bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
Pada umumnya generasi muda dianggap
sebagai individu yang sangat cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang
masuk melalui proses akulturasi. Karena dalam generasi muda belum menetapnya
(labil) unsur-unsur / norma-norma tradisional dalam jiwa mereka, yang
menyebabkan mereka lebih mudah menerima unsur-unsur baru yang kemungkinan besar
dapat mengubah kehidupan mereka. Sebaliknya generasi tua dianggap sebagai
orang-orang kolot yang sulit menerima unsur baru. Hal itu disebabkan karena
norma-norma tradisional yang sudah mendarah daging dan menjiwai sehingga sulit
sekali untuk mengubah norma-norma yang sudah demikian meresapnya dalam jiwa
generasi tua tsb.
Selain
itu, ada beberapa faktor yang membuat budaya asing mudah diterima oleh
masyarakat, faktor terseput seperti . Faktor kurangnya pengawasan orang tua, Faktor
pertemanan / pergaulan, Faktor lingkungan & Fakor teknologi.
Ø Dalam faktor
pengawasan orang tua, Kalau orang tua tidak memperhatikan atau memperdulikan perkembangan
anaknya, sudah dipastikan anak akan menjadi tidak teratur. Banyak anak yang
perilaku dan sifatnya buruk dikarenakan orang tua yang sudah jarang
memperhatikan dan pergaulan anak nya. Selalu menuruti kemauan anak dan takut
kepada anak itulah yang membuat anak menjadi liar. Sehingga anak mudah saja
menerima budaya luar ataupun asing dan mempergunakan budaya tersebut di
kehidupannya karena kurangnya faktor orang tua. Dengan kurangnya pengawasaan
orang tua, orang tua tidak tahu perkembangan anaknya sejauh mana, mungin anak
sudah termakan jaman dan berprilaku mengikuti budaya barat yang tidak begitu
mempunyai tata krama yang baik.
Ø Dalam faktor
pergaulan, pertemanan juga sangat begitu berpengaruh, kalau saja salah memilih
teman ataupun pergaulan sudah dipastikan akan membuat prilaku menjadi terganggu
karena sedang dalam proses mencari jati diri. Teman itu salah satu menjadi
penentu baik buruknya prilaku kita kedepannya. Teman yang merugikan bisa
melunturkan budaya luhur yang nenek moyang kita. Bermula dari iseng-iseng
dengan teman mencoba perbuatan yang tidak-tidak, bisa-bisa membuat ketagihan melakukan
kenegatifan. Faktor inilah yang menentukan perilaku keseharian kita ketika kita
tidak sedang berada di rumah. Teman bisa menjerumuskan kita ke arah negatif
jika kita salah memilih teman, sehinnga gampang dan mudah untuk meniru
kebudayaan-kebudayaan yang datang dari luar di karenakan teman-teman yang sudah
jauh mengikuti perkembangan jaman budaya luar / barat. Jadi, budaya luar yang
sering dianggap negatif itulah yang gampang diterima oleh kebanyakan orang dan
lebih banyak di gandrungi anak-anak muda jaman sekarang.
Ø Lalu faktor lingkungan, Faktor
lingkungan didasari dari tempat tinggal, bisa juga lingkungan bermainnya atau
juga lingkungan sekolah. Biasanya budaya yang gampang diterima yaitu dari lingkungan
dimana kita berpijak/berada, kebanyakan budaya baratlah yang digandrungi anak
jaman sekarang. Karena dengan budaya barat kita akan terlihat lebih keren dan
tampil berbeda dimata orang-orang, jika lingkungan sekitar kita banyak yang mnggunakan
budaya luar / barat, maka kita juga bisa terpengaruh untuk mengikuti budaya
luar. Lingkungan kita berada sekarang ini jika menggunakan budaya luar ,maka
kita mudah terpengaruhi untuk mengikutinya. Itu sebabnya budaya yang gampang
diterima di masyarakat adalah budaya yang lebih banyak digunakan lingkungan
sekitar, dan kebanyakan jaman sekarang lebih menggunakan budaya kebarat-baratan.
Dan kita juga otomatis mengikuti budaya tersebut
Ø Difaktor ini
tekhnologi bisa disebut faktor yang berpengaruh karena tekhnologi lah yang
banyak menyebarkan aliran atau ajaran budaya luar/kebarat-baratan. Banyak
masyarakat yang menggunakan tekhnologi untuk melakukan aktifitas
kesehari-hariannya dengan menggunakan tekhnologi jaman sekarang secara tidak
langsung sudah mengikuti budaya luar. Contohnya seperti internet, dari internet
kita akan menemukan kebanyakan budaya dari luar. Internet itu sendiri sudah
termasuk budaya dari luar,maka tanpa kita sadari kita menggunakan internet dan
menyenangi budaya luar. Maka dari itu, internet sangat mempengaruhi masuknya
budaya luar kedalam diri kita. Dengan menggunakan teknologi itu sendiri, kita
akan merasa budaya luar lebih enak kita lakukan di banding budaya dari dalam
sendiri.
Oleh karena itu, kita sebagai
masyarakat indonesia harus pintar-pintar memilih suatu kebudayaan asing. Karena
kebudayaan asing akan membuat kita bisa lebih maju dalam berkembang, namun kita
juga tidak boleh menghilangkan atau meninggalkan kebudayaan kita sendiri.
Sumber :
No comments:
Post a Comment