Thursday, October 25, 2012

Ilmu Budaya Dasar



KEBUDAYAAN ASING DI INDONESIA

Kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, kemudian menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk), sehingga kebudayaan  diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Dalam hal ini saya akan membahas tentang kebudayaan asing di Indonesia yang mudah dan yang sulit diterima.
Unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima mencakup : unsur kebudayaan kebendaan, unsur kebudayaan yang membawa manfaat besar, dan unsur kebudayaan yang mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur-unsur kebudayaan tersebut.
Ø  Unsur kebudayaan kebendaan
Unsur kebudayaan kebendaan adalah merupakan suatu peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya seperti alat-alat tulis, pakaian, handphone, komputer dll. Tanpa adanya unsur kebudayaan kebendaan ini masyarakat kita akan ketinggalan dan kuno dalam aktivitas sehari-hari dan bermasyarakat.
Ø  Unsur kebudayaan yang membawa manfaat besar
Unsur kebudayaan ini juga mencakup unsure kebudayaan kebendaan. Contoh kecil dari unsur kebudayaan ini adalah komputer yang dilengkapi oleh fasilitas seperti internet. Maka dengan fasilitas tersebut, saat ini semua kalangan di Indonesia sudah menggunakannya untuk keperluan meraka masing-masing.
Ø  Unsur kebudayaan yang mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima
Unsur kebudayaan ini  merupakan unsur yang secara umum mudah diketahui baik secara teknis maupun penggunaannya, seperti motor, mobil dll.

Adapun unsur-unsur kebudayaan asing yang sulit diterima meliputi :
Ø  Unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan lain-lain. Unsur ini sangat sulit diterima oleh masyarakat karena menyangkut kepercayaan yang bersifat seperti keagamaan.
Ø  Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi. Contoh yang paling mudah adalah soal makanan pokok suatu masyarakat. Di Indonesia nasi menjadi makanan pokok yang sulit digantikan misalnya diganti dengan roti, ikan, jagung, dll, maka masyarakat akan sulit untuk menerimanya.
Ø  Unsur  masyarakat yang terkena proses akulturasi, karena dalam masyarakat selalu ada kelompok-kelompok individu yang sulit sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.

            Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu yang sangat cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Karena dalam generasi muda belum menetapnya (labil) unsur-unsur / norma-norma tradisional dalam jiwa mereka, yang menyebabkan mereka lebih mudah menerima unsur-unsur baru yang kemungkinan besar dapat mengubah kehidupan mereka. Sebaliknya generasi tua dianggap sebagai orang-orang kolot yang sulit menerima unsur baru. Hal itu disebabkan karena norma-norma tradisional yang sudah mendarah daging dan menjiwai sehingga sulit sekali untuk mengubah norma-norma yang sudah demikian meresapnya dalam jiwa generasi tua tsb.

            Selain itu, ada beberapa faktor yang membuat budaya asing mudah diterima oleh masyarakat, faktor terseput seperti . Faktor kurangnya pengawasan orang tua, Faktor pertemanan / pergaulan, Faktor lingkungan & Fakor teknologi.
Ø  Dalam faktor pengawasan orang tua, Kalau orang tua tidak memperhatikan atau memperdulikan perkembangan anaknya, sudah dipastikan anak akan menjadi tidak teratur. Banyak anak yang perilaku dan sifatnya buruk dikarenakan orang tua yang sudah jarang memperhatikan dan pergaulan anak nya. Selalu menuruti kemauan anak dan takut kepada anak itulah yang membuat anak menjadi liar. Sehingga anak mudah saja menerima budaya luar ataupun asing dan mempergunakan budaya tersebut di kehidupannya karena kurangnya faktor orang tua. Dengan kurangnya pengawasaan orang tua, orang tua tidak tahu perkembangan anaknya sejauh mana, mungin anak sudah termakan jaman dan berprilaku mengikuti budaya barat yang tidak begitu mempunyai tata krama yang baik.
Ø  Dalam faktor pergaulan, pertemanan juga sangat begitu berpengaruh, kalau saja salah memilih teman ataupun pergaulan sudah dipastikan akan membuat prilaku menjadi terganggu karena sedang dalam proses mencari jati diri. Teman itu salah satu menjadi penentu baik buruknya prilaku kita kedepannya. Teman yang merugikan bisa melunturkan budaya luhur yang nenek moyang kita. Bermula dari iseng-iseng dengan teman mencoba perbuatan yang tidak-tidak,  bisa-bisa membuat ketagihan melakukan kenegatifan. Faktor inilah yang menentukan perilaku keseharian kita ketika kita tidak sedang berada di rumah. Teman bisa menjerumuskan kita ke arah negatif jika kita salah memilih teman, sehinnga gampang dan mudah untuk meniru kebudayaan-kebudayaan yang datang dari luar di karenakan teman-teman yang sudah jauh mengikuti perkembangan jaman budaya luar / barat. Jadi, budaya luar yang sering dianggap negatif itulah yang gampang diterima oleh kebanyakan orang dan lebih banyak di gandrungi anak-anak muda jaman sekarang.
Ø  Lalu faktor lingkungan, Faktor lingkungan didasari dari tempat tinggal, bisa juga lingkungan bermainnya atau juga lingkungan sekolah. Biasanya budaya yang gampang diterima yaitu dari lingkungan dimana kita berpijak/berada, kebanyakan budaya baratlah yang digandrungi anak jaman sekarang. Karena dengan budaya barat kita akan terlihat lebih keren dan tampil berbeda dimata orang-orang, jika lingkungan sekitar kita banyak yang mnggunakan budaya luar / barat, maka kita juga bisa terpengaruh untuk mengikuti budaya luar. Lingkungan kita berada sekarang ini jika menggunakan budaya luar ,maka kita mudah terpengaruhi untuk mengikutinya. Itu sebabnya budaya yang gampang diterima di masyarakat adalah budaya yang lebih banyak digunakan lingkungan sekitar, dan kebanyakan jaman sekarang lebih menggunakan budaya kebarat-baratan. Dan kita juga otomatis mengikuti budaya tersebut
Ø  Difaktor ini tekhnologi bisa disebut faktor yang berpengaruh karena tekhnologi lah yang banyak menyebarkan aliran atau ajaran budaya luar/kebarat-baratan. Banyak masyarakat yang menggunakan tekhnologi untuk melakukan aktifitas kesehari-hariannya dengan menggunakan tekhnologi jaman sekarang secara tidak langsung sudah mengikuti budaya luar. Contohnya seperti internet, dari internet kita akan menemukan kebanyakan budaya dari luar. Internet itu sendiri sudah termasuk budaya dari luar,maka tanpa kita sadari kita menggunakan internet dan menyenangi budaya luar. Maka dari itu, internet sangat mempengaruhi masuknya budaya luar kedalam diri kita. Dengan menggunakan teknologi itu sendiri, kita akan merasa budaya luar lebih enak kita lakukan di banding budaya dari dalam sendiri.
            Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat indonesia harus pintar-pintar memilih suatu kebudayaan asing. Karena kebudayaan asing akan membuat kita bisa lebih maju dalam berkembang, namun kita juga tidak boleh menghilangkan atau meninggalkan kebudayaan kita sendiri.
Sumber :

No comments:

Post a Comment